kamu ia kamu
KAMU (siangku), AKU (malammu) Aku menyebutmu SIANG, tempatku berjuang, berusaha, beramal disertai doa. Dirimu adalah alasanku bersemangat, aku selalu ingin membahagiakanmu, berbuat yang terbaik untukmu, menyertaimu dengan doaku dan melihat senyum cerahmu. Ku tempatkan diriku sebagai MALAM, kau bisa kembali setelah sibukmu, kau akan temukan ketenangan, kau bisa istirahat, kau bisa mengingat Allah dan mengadu padaNya, malam akan membuatmu nyaman. Maka bila kau butuh aku, aku ada untukmu. Layaknya malam. Kau bisa bercerita segalanya padaku, kau bisa percaya aku, kau bisa mengandalkanku. InshaaAllah aku membantumu, meringankan bebanmu, mengurangi penatmu, membantu menghapus dukamu, kita bisa bersama memperbaiki diri, aku akan mengingatkanmu, kau akan melindungiku, kita bersama saling mengisi dan hanya ridha Allah yang dicari. Bersama, kita lebih sempurna. Aku telah berjanji, membuatmu nyaman denganku, maka aku mencoba memastikan itu. Katakan apa yang harus ku lakukan, aku akan usahakan. Namun, kadang malam terampas oleh siang. Karena dirimu memburu "terangnya", kau beri malam terlalu banyak "cahaya". Malam menjadi terabaikan. Aku juga kau abaikan, saat disibukkan berbagai urusan. Tak kau hiraukan "gelapku" yang menjadi senyap. Kau abaikan "heningku" yang menuju sisi mencekam. Seharusnya.. Seterang apapun siang, jangan mengabaikan malam. Malam dibutuhkan tak hanya sebagai penyeimbang. Namun malam bisa membuatmu mendapat kekuatan untuk bisa sukses di waktu siang. Kau juga butuh malam untuk meredam "panas" siang. Seperti apapun, sesedikit apapun, ingatlah aku. Aku tak memintamu menetap. Aku hanya inginkan "hatimu" tak lenyap. Aku berusaha agar "imanmu" tak menguap. Kau harus menjaga dirimu, hatimu, imanmu. Lakukan untuk masa depanmu, lakukan untuk dirimu. Tak apa kau lupakan aku, tapi jangan korbankan bahagiamu (akhiratmu) hanya karena mengejar nafsumu (duniamu). Kamu butuh aku bukan hanya karena aku merindukanmu, tapi kau harus selalu ku jaga, agar tak terlena, itu sudah tugasku. Jangan kau kembali padaku bila hanya karena lelah "menyakitiku", hanya karena lemah dan ingin "menghabisiku". Yakinkan dirimu butuh MALAM, sebagai pendamping SIANG. Aku akan jadi MALAMmu yang menjaga SIANGku tetap benderang dengan "doa dan usahaku". InshaaAllah....
Komentar
Posting Komentar