Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Hati hati dengan Smart Phone

HATI HATI DENGAN TELPON PINTAR Seorang guru setelah makan malam, dia mulai memeriksa PR yang dikerjakan oleh para siswanya. Saat itu, suaminya berjalan di dekatnya dengan ponsel pintar sambil Belajar Bisnis Online. Ketika membaca catatan terakhir, ibu guru itu mulai menangis dengan air mata berlinang... Suaminya melihat hal itu dan bertanya, 'Mengapa kamu menangis sayang? Apa yang terjadi?' Istri: 'Kemarin saya memberikan pekerjaan rumah kepada para siswa saya, untuk menulis sesuatu tentang topik: >>> Yang Saya Inginkan <<< 'Suami: "OK, tapi kenapa kamu menangis? 'Istri:'Memeriksa catatan mereka, itulah yang membuat saya menangis. 'Suami ingin tahu:' Apa yang tertulis dalam catatan yang membuat kamu menangis? 'Istri:' Dengarkan tulisan anak ini... "Keinginan saya adalah untuk menjadi sebuah ponsel pintar. Orang tua saya sungguh sangat mencintai ponsel pintar mereka. Mereka peduli ponsel pintar mereka, sehi...

Diri Kita di posisikan oleh diri kita sendiri

‪#‎CATATANKU‬ DIRI KITA DIPOSISIKAN OLEH DIRI KITA SENDIRI. Kita bertempat di daerah mana, harus tahu "menempatkan" diri. Kita sadari, setiap anak akan tumbuh, lalu menjadi dewasa. Ada saat anak akan berpisah dari orang tua, entah sekolah, tugas atau bekerja. Biarkanlah itu, semua proses pendewasaan, proses kemandirian. Tugas orang tua adalah mempersiapkan anaknya agar bila saatnya anak jauh dari mereka, anak menjadi pribadi yang "siap". Siap artinya secara fisik dan mental. Fisik : Contohnya bisa mengurus dirinya sendiri, bisa menjaga diri, bisa mengerjakan hal-hal yang diperlukan untuk menunjang kehidupannya, bisa bergaul yang baik. Mental : Contohnya akhlaknya baik, kepahaman agama, sopan-santun, kemandirian mental, kekuatan mental, trampil bicara, dll. Pada zaman sekarang, orang tua itu kebanyakan "sangat sayang" dengan anak mereka. Hingga anak "terbiasa" serba dilayani dan tersedia. Anak "terbiasa" serba disanjung dan di...

"Gak usah bingung masalah pilih memilih "

Gausah stres masalah pilih memilih... Ini solusinya.. Monggo Doa Sholat Istikhoroh اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي (عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي ( فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي Allahumma inniy astakhiiruka bi 'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal 'azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa A'lamu wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amru khairun liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa ...

-=Tentang Kita=-

¤> TENTANG KITA

-=Rezeki itu pasti=-

..:: Aku melihat hidupnya begitu indah, ternyata ia hanya MENUTUPI keluhan. Aku melihat hidupnya tidak ada pedih, ternyata ia hanya MENUTUPI dengan MENSYUKURI. Aku melihat hidupnya tanpa ujian, ternyata ia begitu MENIKMATI badai hidup. Aku melihat hidupnya sempurna, ternyata ia hanya menjadi apa ADANYA. Aku melihat hidupnya beruntung, ternyata ia TUNDUK pada ALLAH untuk bergantung. Aku BELAJAR MEMAHAMI, mengamati setiap hidup orang yg aku temui, ternyata aku yg kurang MENSYUKURI, bahwa di belahan dunia lain, masih ada yg belum SEBERUNTUNG yg aku miliki. Dan satu hal yg aku ketahui, bahwa Allah TIDAK PERNAH mengurangi, hanya akulah yg masih KURANG MENSYUKURI. Maka jangan IRI HATI dengan rejeki orang lain. Mungkin kita tidak tahu dimana rezeki kita. Tapi....rezeki kita tahu... dimana diri kita. Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah MEMERINTAHKANNYA menuju ke kita. Allah MENJAMIN rezeki kita, sejak 9 bulan 10 hari kita dalam kandungan Ibu kita. Sangatlah KELIRU jika rezeki, DIMAKNAI da...