-=Tentang Kita=-
¤> TENTANG KITA <¤ MENDIDIK, MENGAJARI, MEMBIMBING DAN MEMBIASAKAN DISERTAI KETELADANAN. Sebagai hamba ALLAH, kita punya kewajiban ibadah dan lainnya. Semuanya tercantum dalam Al Qur'an dan Hadist, diwajibkan bila seseorang sudah akil baliq. Batasan setiap orang itu berbeda, dan biasanya tak serta merta disadari sudah memasuki aqil baliq. Bagi wanita umumnya ditandai dengan menstruasi, sedang pria ditandai dengan perubahan beberapa bagian tubuh juga ada yang menerangkan bila sudah "mimpi". (jangan tanya mimpi seperti apa, saya wanita jadi ndak tahu, tanya pria yang lebih dewasa ya :D). Perubahan pria bila sudah aqil balik diantaranya; suara, tumbuh jakun, tumbuh rambut (kumis, jambang, jenggot dan pubis). Masa aqil balik kita itu tidak sama dan bila kita perintahkan anak-anak mendadak itu sulit. Artinya, saat anak-anak kecil kita biarkan dan begitu sampai aqil baliq kita beritahu bahwa dia wajib menutup aurat, sholat dan kewajiban lainnya, tentu anak tak menerima, bisa berontak, jadi membangkang, tak mau, protes, sulit dididik dan menimbulkan hal-hal yang tidak baik seperti tidak rukun, durhaka dll. Disebabkan itu untuk mendidik anak dilakukan sedini mungkin. Lakukan dengan kesabaran, ketekunan, ketelatenan, pengertian dan kasih sayang. Jangan lupa untuk MEMPERBAIKI DIRI, agar bisa memberikan contoh, teladan dan panutan untuk generasi kita. Ironis kan saat kita menasehati sholat kog kita sendiri tidak sholat? Mendidik, mengajari, membiasakan ibadah dan kebaikan dari dini itu baik sekali. Seperti MENGUKIR DI ATAS BATU. InshaAllah akan selalu terpatri dan menjadi karakter generasi kita. Akan bertahan selamanya. Seperti apa prakteknya? SHOLAT ======= Dari anak sudah bisa diajak ke masjid, ajaklah sholat di Masjid, usahakan suasana nyaman agar anak merasa betah dan tak rewel. Ingat juga bahwa Masjid itu area sholat, harus suci, jadi jagalah anak agar tidak menyebabkan najis yang bisa menjadi saling mendosakan. Bila anak mulai aktif, didik dengan penuh kasih sayang untuk bisa tenang di Masjid. Dimulai dari di rumah diberi pengertian, walau anak belum bisa bicara, anak cerdas lho, mampu mengerti mana yang boleh dan tak boleh. Ada anak yang cenderung agresif tak mau diam, bahkan bila ada yang negur jadi teriak atau membangkan, caranya pelankan dan rendahkan suara anda, rangkul dengan lembut, beri dia rasa percaya diri dan alihkan perhatiannya pada hal lain yang baik, tidak bahaya, tidak mengganggu dan menyenangkan. Apa itu? Sudah coba bicara "gaya" anak2 ?, posisikan anda seumur dia, ajak menggambar atau menulis (walau coret2 aja), atau coba dech mendongeng. InshaAllah berhasil. Lalu saat mulai sholat, ajak ikut serta, belikan alat sholat, ajari, beri penghargaan dengan pujian atau pelukan saat anak "bisa" sholat, tunjukan respect anda. Bila anak tak mau diam, mengalahlah, jangan sampai anak mengganggu konsentrasi sholat orang lain. Sholat bergantian dengan anggota keluarga lainnya, atau "masuklah" ke barisan sholat dan mulai sholat pada rokaat akhir, kita bisa menambah sendiri tapi pahala sholat berjamaah dapat, sedang anak nanti "dipegang" orang yang sudah selesai sholat. Kita minta bantuan kan bisa . Jangan pernah bosan mengingatkan dan memerintahkan anak untuk sholat, dikatakan cerewet ya biar, toh untuk kebaikan. Jangan lupa dengan kasih sayang, sampai umur 7 tahun kita bisa mulai tegas hingga 9 tahun kita bisa lebig tegas. Semacam sanksi juga bisa kita ambil untuk mendisiplinkan. Mendidik juga harus konsisten, jangan kompromi dengan keadaan, hal wajib yang diajarkan lho. Antar Ayah dan Ibunya harus satu komitmen, jangan beda pendapat, agar anak menghargai dan memahami kewajibannya. Bila tak bisa berjamaah di masjid (karena jauh mungkin), tetap ajaklah sholat bersama, tunjukan kepedulian. Jangan lupa bila sedang santai selipkan cerita yang berisi nasehat pentingnya sholat dan hal yang membuat anak semangat sholat. Jangan lupa anak tetap anak, walau sudah "besar" tetap masih butuh bimbingan, jangan cuek, terus ingatkan kewajiba
Komentar
Posting Komentar