Filosofi jawa Umur

screenshot-2015-10-27-11.jpg

Filosofi Angka Jowo Penyebutan dalam bahasa Indonesia : 21 = Dua Puluh Satu 22 = Dua Puluh Dua 23 = Dua Puluh Tiga s/d 29 = Dua Puluh Sembilan Dalam bahasa Jawa tidak dibaca menjadi Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, Rongpuluh Telu, dst sampek Rongpuluh Songo... melainkan dibaca... Selikur (21), Rolikur (22), telulikur (23) s/d Songolikur (29) Di sini terdapat satuan "LIKUR" yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi... Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA" pada pekerjaan atau profesinya yang akan ditekuni dalam kehidupannya... Ada penyimpangan pada bilangan 25... Tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE... SELAWE (25) = SEneng-senenge LAnang lan WEdok (mulai kasmaran) Artinya puncak asmaranya laki-laki dan perempuan yang ditandai oleh pernikahan, maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten)... Ada penyimpangan lagi pada bilangan 50... Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telungpuluh, Patangpuluh, mestinya menjadi Limang Puluh tetapi ini angka 50 malah diucapkan menjadi SEKET... SEKET (50) = SEneng KEThu'an (suka memakai Kethu/peci/tutup kepala topi/kopiah) Artinya menggambarkan orang yang pada usia 50 tahun seharusnya lebih taat beribadah kepada Tuhan dan lebih memperbanyak amal untuk bekal memasuki kehidupan akherat yang kekal dan abadi... Dan kemudian masih ada satu penyimpangan bilangan lagi yaitu 60... Namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK... SUWIDAK (60) = SEjatine WIs wayahe tinDAK (seharusnya sudah meninggal/sedho) Artinya orang yang sudah masuk umur 60 tahun sesungguhnya sudah saatnya pergi, sudah matang, dan sudah siap dipanggil menghadap Tuhan... Semoga di sisa usia yang masih melekat, kita bisa memberikan manfaat pada orang lain dan generasi dibawah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(35.93 MB) Download Naruto Shippuden Episode 406 Sub Indo.3gp

auto texs

(3.87 MB) Download Lagu Gerap gurita _ JOi!gjakarta Mp3